Pandangan Islam tentang hak asasi manusia berakar pada konsep teologis yang fundamental: manusia adalah makhluk mulia yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi (khalīfah fī al-ardh). Status ini memberikan manusia martabat, kehormatan, dan serangkaian hak inheren yang tidak dapat dicabut oleh kekuatan manapun.
Dasar Teologis HAM dalam Islam
Kemuliaan Manusia (Karāmah Insāniyyah)
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ
"Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam..." (QS. Al-Isra' [17]: 70)Maqāshid al-Sharī'ah: Kerangka Universal HAM Islam
Para ulama, seperti Imam Al-Ghazali dan Al-Shatibi, merumuskan lima tujuan utama hukum Islam (Maqāshid al-Sharī'ah) yang secara esensial merupakan kerangka kerja perlindungan HAM dalam Islam. Kelima jaminan ini adalah:
Hifzh al-Dīn
Perlindungan Kebebasan Beragama
Hifzh al-Nafs
Perlindungan Hak untuk Hidup
Hifzh al-'Aql
Perlindungan Kebebasan Berpikir
Hifzh al-Nasl
Perlindungan Hak Berkeluarga
Hifzh al-Māl
Perlindungan Hak atas Harta